
Invalid Date
Dilihat 19 kali

Maros, 11 Januari 2026 – Selama ini, pemanfaatan tiram oleh masyarakat setempat masih didominasi dalam bentuk penjualan segar dengan harga relatif rendah serta daya simpan yang terbatas, sehingga belum mampu memberikan nilai tambah ekonomi yang optimal bagi masyarakat pesisir. Meskipun demikian, masyarakat telah mengembangkan beberapa bentuk olahan sederhana seperti sambal tiram dan kerupuk tiram, namun inovasi produk tersebut masih terbatas dari sisi variasi, daya simpan, dan jangkauan pemasaran. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan produk olahan baru yang lebih inovatif dan bernilai tambah, salah satunya melalui pengolahan tiram menjadi abon tiram.
Sebagai upaya meningkatkan nilai guna dan nilai jual komoditas lokal, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Inovasi Daerah Universitas Hasanuddin (UNHAS) Gelombang 115 melaksanakan pelatihan pengolahan tiram menjadi produk abon tiram di Desa Ampekale, dusun Lalang Tedong yang diikuti oleh masyarakat setempat dan didampingi langsung oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Hasanuddin (UNHAS) Gelombang 115. Kegiatan ini berlangsung dengan antusias, di mana masyarakat menerima materi serta terlibat langsung dalam praktik pembuatan abon tiram.
Penanggung Jawab Program Kerja Pelatihan, W. Mariskha Amalia menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu program kerja yang dirancang berdasarkan potensi lokal dan kebutuhan masyarakat di Desa Ampekale. "Kami melihat potensi tiram di Desa Ampekale sangat besar untuk dikembangkan. Oleh karena itu, melalui KKN, kami memperkenalkan olahan abon tiram sebagai inovasi produk yang diharapkan dapat meningkatkan nilai jual serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa.”
Kegiatan pelatihan diawali dengan penjelasan mengenai bahan baku, tahap pembersihan dan perebusan tiram untuk menghilangkan kotoran serta bau amis, kemudian daging tiram dihaluskan dan dimasak bersama bumbu-bumbu pilihan hingga menghasilkan tekstur abon yang kering, gurih, dan tahan simpan, terakhir dilakukan proses pengemasan sederhana. Seluruh tahapan pengolahan dilakukan secara higienis agar produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik dan layak dipasarkan.
Melalui program pengolahan abon tiram ini, masyarakat Desa Ampekale diharapkan dapat menambah pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah hasil perikanan yaitu komoditas tiram menjadi produk yang lebih bernilai. Kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong berkembangnya UMKM berbasis potensi lokal, membuka peluang usaha baru, serta meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir secara berkelanjutan.
Bagikan:

Desa Ampekale
Kecamatan Bontoa
Kabupaten Maros
Provinsi Sulawesi Selatan
© 2026 Powered by PT Digital Desa Indonesia
Pengaduan
0
Kunjungan
Hari Ini