
Invalid Date
Dilihat 35 kali

AMPEKALE, 02 Januari 2026 – Dalam upaya mendukung pengelolaan sampah organik yang berkelanjutan serta meningkatkan pemanfaatan limbah rumah tangga, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 115 Universitas Hasanuddin melaksanakan kegiatan Pembinaan Budidaya Maggot Berbasis Rumahan. Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor Desa Ampekale dan dirangkaikan dengan program kerja individu berupa pembuatan pakan ikan berbahan dasar ampas tahu.
Kegiatan pembinaan ini menyasar masyarakat desa, khususnya ibu rumah tangga, mengingat peran strategis mereka dalam pengelolaan sisa makanan dan limbah dapur sehari-hari. Pembinaan tersebut dibawakan oleh Gita Pratiwi, Mahasiswa Program Studi Peternakan Universitas Hasanuddin, yang memberikan pemaparan mengenai teknik budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) secara sederhana dan aplikatif.
Dalam pemaparannya, Gita Pratiwi menjelaskan bahwa budidaya maggot dapat dilakukan dengan skala rumah tangga melalui beberapa tahapan, mulai dari penetasan telur BSF, pemeliharaan larva dalam wadah dengan kondisi lembap dan ketersediaan pakan yang cukup, hingga proses panen maggot pada usia sekitar 14–21 hari.
“Budidaya maggot memiliki potensi besar karena larva BSF mengandung protein dan lemak yang tinggi sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pakan alternatif bagi ternak, seperti ikan dan unggas. Selain itu, sisa media budidayanya juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik,” jelas Gita Pratiwi.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari warga Desa Ampekale yang ditunjukkan melalui antusiasme dan keinginan untuk terlibat langsung dalam proses perawatan maggot, baik sebagai pakan ternak ayam maupun sebagai upaya penguraian sampah organik rumah tangga. Sebagai tindak lanjut, maggot hasil pembinaan dibagikan kepada warga untuk dibudidayakan secara mandiri di lingkungan masing-masing.
Pelaksanaan kegiatan ini telah mendapatkan izin resmi yang ditandatangani oleh Koordinator Desa, Defliansi Nintias, serta Kepala Desa Ampekale, Bapak Fuad Latif. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat mampu menerapkan pengelolaan sampah organik yang ramah lingkungan sekaligus meningkatkan nilai guna limbah rumah tangga secara berkelanjutan.
Bagikan:

Desa Ampekale
Kecamatan Bontoa
Kabupaten Maros
Provinsi Sulawesi Selatan
© 2026 Powered by PT Digital Desa Indonesia
Pengaduan
0
Kunjungan
Hari Ini