Logo

Desa Ampekale

Kabupaten Maros

Home

Profil Desa

Infografis

Listing

IDM

Berita

Belanja

PPID

Mahasiswa KKN-T 115 Universitas Hasanuddin Gelar Penyuluhan Anti Bullying dan Ketahui Bahaya Merokok sebagai Pendidikan Karakter Sejak Dini di Sekolah Dasar Desa Ampekale

Mahasiswa KKN-T 115 Universitas Hasanuddin Gelar Penyuluhan Anti Bullying dan Ketahui Bahaya Merokok sebagai Pendidikan Karakter Sejak Dini di Sekolah Dasar Desa Ampekale

Invalid Date

Ditulis oleh Administrator

Dilihat 19 kali

Mahasiswa KKN-T 115 Universitas Hasanuddin Gelar Penyuluhan Anti Bullying dan Ketahui Bahaya Merokok sebagai Pendidikan Karakter Sejak Dini di Sekolah Dasar Desa Ampekale

AMPEKALE, Januari 2026 – Dalam upaya meningkatkan kesadaran sejak dini terhadap pentingnya perilaku sosial yang sehat dan aman, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 115 Universitas Hasanuddin melaksanakan kegiatan penyuluhan mengenai larangan bullying dan pemahaman bahaya merokok di Desa Ampekale, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros.


Kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan di empat sekolah dasar, yaitu SDN 86 Mangarabombang, SDN 132 Lalang Tedong, SDN 44 Padaria, dan SDN 203 Binanga Sangkara, dengan sasaran utama siswa kelas IV dan V sekolah dasar. Penentuan sasaran tersebut didasarkan pada hasil observasi lapangan yang menunjukkan bahwa anak-anak pada rentang usia 9–10 tahun merupakan kelompok yang relatif rentan terlibat dalam perilaku bullying serta mudah terpengaruh oleh kebiasaan merokok.


Pada rentang usia tersebut, anak berada dalam fase usia emas (golden age) pembentukan karakter, di mana nilai, sikap, dan perilaku mulai berkembang secara lebih permanen. Namun, pada tahap ini pemahaman anak terhadap dampak negatif kebiasaan buruk masih terbatas. Oleh karena itu, pemberian edukasi sejak dini dipandang sebagai langkah preventif yang penting untuk membentengi siswa dari berbagai pengaruh negatif sebelum memasuki masa remaja.


Kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan pada 12–22 Januari 2026, dengan pemateri utama Safina Khalik, mahasiswa Jurusan Sastra Arab, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Hasanuddin. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan metode yang sistematis dan interaktif, dimulai dengan pemberian pre-test untuk mengukur tingkat pemahaman awal siswa, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi edukatif yang dikombinasikan dengan kuis serta kegiatan menyanyikan lagu bertema anti bullying. Pada akhir kegiatan, siswa kembali diberikan post-test untuk mengetahui peningkatan pemahaman setelah mengikuti rangkaian penyuluhan.


Sebagai bentuk penguatan terhadap materi yang telah disampaikan, mahasiswa KKN-T 115 juga melakukan pemasangan poster edukatif bertema anti bullying dan bahaya merokok di lingkungan sekolah. Poster tersebut diharapkan dapat menjadi media pengingat visual yang berkelanjutan serta mendorong penerapan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari siswa.


Dari empat sekolah yang menjadi lokasi kegiatan, hanya satu sekolah yang telah memiliki Satuan Tugas (Satgas) Anti Kekerasan. Sementara itu, sekolah lainnya telah menyadari urgensi pembentukan satgas tersebut sebagai upaya pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah, namun masih menghadapi kendala keterbatasan sumber daya, baik dari sisi tenaga pendidik maupun keterlibatan orang tua siswa.


Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebelum kegiatan berlangsung, sebagian besar siswa masih menganggap bullying sebagai bentuk candaan dan memandang rokok sebagai simbol gaya hidup. Namun, setelah mengikuti kegiatan penyuluhan, terjadi peningkatan pemahaman yang signifikan terkait dampak negatif bullying dan merokok. Selama kegiatan berlangsung, siswa-siswi juga menunjukkan antusiasme yang tinggi dan aktif berpartisipasi dalam setiap sesi yang diberikan.


Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, antara lain Mahasiswa KKN-T 115 Universitas Hasanuddin, kepala sekolah, serta wali kelas di masing-masing sekolah. Seluruh rangkaian kegiatan telah memperoleh izin resmi dari pemerintah setempat, yang ditandai dengan surat izin yang ditandatangani oleh Koordinator Desa Ampekale, Defliansi Nintias, serta Kepala Desa Ampekale, Bapak Fuad Latif.


Melalui kegiatan ini, Mahasiswa KKN-T 115 Universitas Hasanuddin berharap dapat berkontribusi dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan bebas dari kekerasan, serta menanamkan nilai-nilai karakter positif kepada siswa sejak usia dini sebagai bagian dari upaya pembangunan sumber daya manusia di tingkat desa.

Bagikan:

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Logo

Desa Ampekale

Kecamatan Bontoa

Kabupaten Maros

Provinsi Sulawesi Selatan

© 2026 Powered by PT Digital Desa Indonesia